Ristekdikti Luncurkan Teknologi Ramah Tunanetra Bagi Peserta Ujian Terbuka Berbasis Komputer (UTBK)

indonesiasatu, 09 May 2019,
Share w.App T.Me

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) Mohamad Nasir didampingi Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Kadarsah Suryadi dan Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Ravik Karsidi meluncurkan perangkat lunak/softwere layanan ramah difabel pada Ujian Terbuka Berbasis Komputer (UTBK) 2019.

Menristekdikti menyebutkan, semua siswa diseluruh Indonesia memiliki kesempatan yang sama masuk perguruan tinggi negeri, oleh karena itu LTMPT mengembangkan metode screen reader untuk memberikan aksesibilitas bagi peserta disabilitas tunanetra agar dapat membaca tulisan di layar komputer.

“Ini kebijakan yang sangat ramah pada difabel yang kali ini kita lakukan sehingga semua orang mempunyai kesempatan sama masuk perguruan tinggi,” ucap Menristekdikti pada peluncuran Screen Reader UTBK 2019 di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan.

Menristekdikti mengungkapkan untuk peserta tunanetra semua materi UTBK akan dinarasikan dalam bentuk audio berupa bahasa, Menteri Nasir menilai cara ini lebih efektif dibandingkan dengan metode Braille. Pada tahun ini, total ada 70 siswa tunanetra yang mendaftar ke berbagai perguruan tinggi baik di dalam maupun luar Jawa.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengungkapkan untuk peserta tunanetra, peserta tes akan menggunakan tanda arah pada komputer dan komputer akan membacakan soal berupa pilihan ganda. Setiap item soal telah diakomodasi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan tunanetra; isi/materi tes setara dengan peserta yang dapat melihat; waktunya sama dengan peserta lain, tetapi jumlah soal dikurangi 20%. Selain itu, teks bacaan tidak lebih dari 3 praragraf dan menghindari kata-kata visual. Kemudian, gambar/tabel/ grafik dinarasikan atau dimodifikasi dan sistem operasinya menggunakan keyboard, tanpa mouse.

Jumlah peserta UTBK 2019 yang terdaftar sebagai peserta disabilitas tunanetra sebanyak 70 peserta yang terbagi dalam dua gelombang. Pada UTBK gelombang I terdapat 38 peserta yang akan mengikuti ujian pada tanggal 4 Mei 2019 dan untuk gelombang II terdapat 32 peserta yang akan mengikuti ujian pada tanggal 25 Mei 2019. Lokasi ujian para disabilitas tunanetra tersebar di 18 Pusat UTBK.

Peserta disabilitas tunanetra terbanyak akan melaksanakan ujian di Pusat UTBK Universitas Negeri Yogyakarta yaitu 16 peserta dan Pusat UTBK Universitas Pendidikan Indonesia yaitu 12 peserta. Apabila dilihat berdasar kelompok ujiannya, peserta disabilitas tunanetra terbanyak mengikuti kelompok Soshum yaitu 63 peserta dan Saintek sebanyak 7 peserta. (ristekdikti.go.id)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu