Kiai-Kiai Muda Jatim Tawarkan Mondok Gratis ke Korban Gempa Lombok

INDONESIASATU.CO.ID:

LOMBOK - Rombongan kiai muda Jawa Timur meninjau langsung korban gempa di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kiai-kiai tersebut berasal dari Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Darul Ulum Rejoso Jombang, An-Nur Malang, Darunnajah Malang, Al Fitrah Surabaya dan beberapa pesantren lain lagi di Jawa Timur.

Kunjungan para kiai ini difokuskan pada pesantren yang mengalami bencana gempa. Di Lombok rombongan kiai ini memberikan bantuan uang tunai, terpal dan sembako. Selain itu, rombongan ini juga menghibur para santri dengan game dan guyonan kocak ala santri.

“Kita berkunjung ke pesantren di wilayah Lombok utara dan Lombok timur. Total ada dana Rp. 50 juta dari iuran para kiai muda dan rekan. Selain memberikan bantuan uang tunai kita juga memberikan beberapa terpal tenda yang sangat dibutuhkan sebagai tenda darurat,” jelas ketua rombongan dari Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH Zahrul Azhar Asumta, Jumat (14/8).

Pria yang juga Wakil Ketua ISNU Jawa Timur ini menambahkan pihaknya menawarkan beasiswa mondok gratis kepada santri korban gempa untuk pindah ke Pulau Jawa hingga pesantrennya dibangun kembali. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan belajar mengajar para santri terus berjalan.

““Kepada semua pesantren yang dikunjungi kita tawarkan untuk mengirimkan para santrinya ke Pulau Jawa dengan gratis hingga proses renovasi selesai dan sekiranya sudah pulih,”ungkap kiai muda yang sering disapa Gus Hans ini.

Gus Hans menambahkan dalam kunjungan ini rombongnya juga berdiskusi dengan Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar terkait pembangunan Lombok Utara pasca Gempa. Berbagai usulan dan tukar pemikiran disampaikan kiai-kiai muda Jawa Timur ini.

Ia juga menyebutkan akan datang kembali ke Lombok bila dibutuhkan lagi dan keadaan korban gempa belum pulih. Karena kegiatan sosial dan peduli sesama harus terus digalakkan di Indonesia untuk mencapai kemajuan. Tanpa sikap tenggang rasa dan persatuan, kemajuan hanya utopia.

“Kita melakukan diskusi dengan Bupati Lombok Utara tentang masa depan dan target pembangunan daerah pasca gempa. Kita disambut sama Bupati Lombok Utara di garasi rumah karena dia masih takut masuk rumahnya,” pungkasnya.

Reporter : sakera

Editor : Syarif 

  • Whatsapp

Index Berita